Kodim Sampang Bekali 800 Mahasiswa Baru Poltera Dengan Wawasan Kewilayahan
- 28/08/2026
- 1
- 3 minutes read
Sampang – Memasuki lingkungan perguruan tinggi bukan hanya tentang mengenal ruang kelas dan dunia akademik, tetapi juga memahami lingkungan serta wilayah tempat mahasiswa tumbuh dan berproses. Semangat tersebut menjadi bagian dari kegiatan pemberian materi wawasan kewilayahan kepada sekitar 800 mahasiswa baru Politeknik Negeri Madura (Poltera) Tahun 2026.
Kegiatan berlangsung di Aula Gedung Politeknik Negeri Madura, Jalan Raya Camplong, Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, dengan materi kewilayahan disampaikan oleh Lettu Inf Murakip, Dan Unit Intel Kodim 0828/Sampang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian, wawasan kebangsaan, serta kesadaran mahasiswa terhadap lingkungan sosial dan potensi daerah.
Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa baru Poltera Tahun 2026 dan dihadiri Lettu Inf Murakip, Taufiq selaku Humas Poltera, para dosen Poltera, serta mahasiswa baru. Kegiatan berada di bawah tanggung jawab Laily Ulfiyah, M.T., Direktur Poltera.
Dalam penyampaiannya, Lettu Inf Murakip menjelaskan bahwa kewilayahan bukan sekadar persoalan batas geografis maupun peta, tetapi berkaitan erat dengan bagaimana seseorang memahami lingkungan tempatnya berpijak.
“Mahasiswa harus mengetahui di mana mereka berpijak. Dengan memahami karakter, potensi dan tantangan wilayah, mahasiswa akan lebih mudah memberikan kontribusi yang tepat sasaran bagi masyarakat,” jelasnya.
Materi juga mengulas posisi strategis Pulau Madura di Jawa Timur. Dengan wilayah yang dikelilingi Selat Madura dan Laut Jawa, Madura memiliki potensi penting dalam sektor maritim dan kelautan, ketahanan pangan laut, serta sektor energi dan industri.
Para mahasiswa juga diajak memahami karakter sosial masyarakat Madura yang dikenal memiliki etos kerja tinggi, nilai religius, menjunjung kehormatan, serta memiliki semangat gotong royong yang kuat. Pemahaman terhadap karakter tersebut dinilai penting untuk menciptakan hubungan yang harmonis, baik antara mahasiswa lokal maupun pendatang, di lingkungan kampus dan masyarakat.
Selain itu, disampaikan pula berbagai potensi unggulan Madura, mulai dari sektor maritim dan kelautan, perikanan serta garam, sektor energi dan industri, hingga pariwisata dan budaya seperti pantai, gili, karapan sapi dan batik.
Di sisi lain, mahasiswa juga diberikan gambaran mengenai sejumlah tantangan yang masih dihadapi wilayah, seperti pemerataan infrastruktur dan teknologi, persoalan lingkungan, abrasi pantai, perubahan iklim, pengelolaan limbah, serta tantangan keamanan digital dan sosial berupa penyebaran hoaks, judi online dan potensi konflik sosial.
Dalam konteks bela negara, Lettu Inf Murakip menekankan bahwa kontribusi generasi muda tidak selalu diwujudkan melalui perjuangan fisik. Bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa pendidikan vokasi, bela negara dapat diwujudkan melalui kesungguhan belajar, penguasaan teknologi, inovasi dan keterampilan yang mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
“Bela negara bagi mahasiswa dapat diwujudkan melalui ilmu, keterampilan dan karya. Kuasai teknologi, tingkatkan kompetensi, dan gunakan keahlian untuk membantu menyelesaikan persoalan yang ada di tengah masyarakat,” pesannya.
Sebagai institusi pendidikan vokasi, Poltera memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan terapan. Kompetensi di bidang teknik, permesinan, perkapalan, kelistrikan maupun bidang lainnya diharapkan dapat menjadi kekuatan untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki Madura.
Mahasiswa juga diingatkan untuk menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan mematuhi hukum, menjauhi narkoba, tidak terlibat tawuran, serta bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.
“Mahasiswa Poltera adalah aset strategis bagi kemajuan Madura dan Jawa Timur. Jadilah generasi yang tidak hanya melihat potensi daerah, tetapi mampu mengolahnya menjadi karya dan inovasi yang bermanfaat,” tambahnya.
Kegiatan pemberian materi kewilayahan tersebut diharapkan mampu menjadi bekal awal bagi mahasiswa baru Poltera untuk mengenal lingkungan, memahami karakter daerah, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap wilayahnya.

Dengan wawasan yang kuat dan kompetensi vokasional yang dimiliki, mahasiswa diharapkan tidak sekadar menjadi penonton, melainkan tampil sebagai agent of change yang mampu membawa semangat inovasi, kepedulian dan kemajuan bagi Madura serta Indonesia.