Babinsa Kedungdung Gotong Royong di Jembatan Garuda, Permudah Akses Hasil Pertanian
- 25/06/2026
- 5
- 2 minutes read
Sampang – Semangat gotong royong dan kebersamaan kembali menguat di Dusun Bunut, Desa Muktesareh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang. Babinsa Koramil 0828/10 Kedungdung, Serma Karnoto, bersama warga setempat bahu-membahu melaksanakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang saat ini memasuki tahap pengurukan sebagai persiapan pengerjaan pondasi. (25/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah warga tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga menjadi wujud nyata komitmen TNI dalam mendukung pembangunan desa serta memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Di lokasi pembangunan, warga terlihat antusias bergotong royong melakukan pengurukan material yang akan menjadi dasar pondasi jembatan. Keberadaan Jembatan Perintis Garuda nantinya diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, memudahkan akses transportasi hasil pertanian, serta menjadi penghubung penting dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah Desa Muktesareh dan sekitarnya.
Serma Karnoto mengatakan bahwa semangat gotong royong merupakan modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Melalui kebersamaan antara TNI dan warga, setiap pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat, efektif, dan memberikan hasil yang optimal.
“Jembatan ini bukan hanya sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga penghubung harapan masyarakat dalam meningkatkan perekonomian dan memperlancar distribusi hasil pertanian. Semoga pembangunannya berjalan lancar hingga selesai dan memberikan manfaat besar bagi warga Desa Muktesareh, khususnya Dusun Bunut,” ungkapnya.

Dengan semangat kebersamaan yang terus terpelihara, pembangunan Jembatan Perintis Garuda diharapkan menjadi penghubung yang memperkuat konektivitas desa, memperlancar roda perekonomian, serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan kemajuan wilayah di masa mendatang.